sudah beberapa kali mendapatkan internet gratis melalui yang tidak dibenarkan tidak menggunakan hotspot gratisan atau wireless yang not secure..
tetapi menggunakan kelemahan beberapa system dari operator cellular dari yang berteknologi GSM sampe yang berteknologi CDMA dan bahkan menggunkan teknologi CDMA-EVDO yang belum resi dikeluarkan
Ceritanya :
Karena internet di Indonesia suangat mahal maka mencarilah koneksi dengan beberapa kelemahan system yang ada…
pada jamannya GPRS sedang ramai cari mencari dapetlah GPRS gratis dari M3 dengan bermodalkan kartu M3 baru yang belom pernah dipakai nelpon dapatlah akses internet sampe berminggu-minggu menggunakan GPRS gratisan sampe operator indosat ini sadar bahwa ada kebocoran billing system dari GPRS M3 itu sendiri.. Berucaplah saya bangga dapat meakses internet menggunakan ponsel euy….
setelah GPRS M3 berlalu cari-mencari lagi teknologi internet yang bisa dicrack, dan beralihlah ke CDMA sekarang yang menjadi sasaran adalah teknologi CDMA flexi dengan bermodalkan ponsel Nokia yang mempunyai teknologi dapat mengakses *99 sebagai sarana cek pulsa digunakan untuk akses gratisan dan kembali lagi ber ucap …….. saya bangga dapat mengkases internet gratisan beberapa bulan dengan gratisan menggunakan ponsel ……….
setelah jaman flexi akhirnya diblok lagi oleh telkom flexi cari-car-=cari lagi akses internetan gratis dan ternyata dapat juga menggunakan kartu M8 bego yang dapat berinternet gratis sampe berminggu-minggu dengan kecepatan akses yang fantastis sehingga dapat mendownload file-file open source ber giga-giga …. maka berucap lagi hebat aku bisa mendownload source file bergiga-giga dengan akses internet gratis……
dan sekarang setelah semua itu berkahir terasa makin mahal lah internet di Indonesia ini coba mengcrack teknologi CDMA200-1x EVDO nya Esia ternyata tidak berhasil padahala ketika mencoba demonya euih terpana dengan speed yang ditawarkan..
Sampai sekarang tidak keluarlah ucapan " Saya bangga menggunakan akses internet tanpa membayar .." dikarenkan karena menggunakan aksses internet dari kampus ITB walaupun dari segi speed lumayan cepat…
Akhirnya jadi berfikir kapan ya kata "saya bangga" dapat saya ucapkan kembali ?
Salam